Tragedi Suporter Sepakbola Dunia

statusterkini.com – Tragedi suporter sepakbola Persija yang tewas bernama Haringga Sirila karena dikeroyok oleh Bobotoh dilakukan di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebelum pertandingan berlangsung. Korban kabarnya sempat meminta pertolongan kepada pedagang bakso, tetapi karena sudah dikejar oleh banyak orang, hingga akhirnya sudah tidak dapat ditolong lagi. Yang lebih miris, ada dua bocah di bawah umur yang turut melakukan pengeroyokan sehingga menyebabkan hilangnya nyawa dan akhirnya tertangkap oleh polisi kemudian dijadikan tersangka. Namun, ternyata tragedi tragedi yang memakan nyawa suporter sepak bola tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Kejadian ini juga terjadi di sepak bola dunia, dan berikut ane ingin memberitahukan beberapa tragedi yang terjadi.

1. Tragedi Suporter Sepakbola Heysel

Pada final Piala Eropa 1985 yang mempertemukan Liverpool melawan Juventus, tembok di stadion Heysel rubuh. Hal ini terjadi karena suporter Liverpool yang berusaha menyerang suporter Juventus di tribun sebelahnya. Akibatnya, tembok yang rubuh menimpa para suporter. Tercatat sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lainya terluka. Korban yang jatuh kebanyakan adalah suporter Juventus. Akibat dari kejadian ini, klub-klub Inggris dilarang bertanding di semua ajang kompetisi UEFA hingga tahun 1990-1991.

Baca Juga : https://statusterkini.com/instropeksi-the-jak-viking/

2. Tragedi Suporter Sepakbola Orkney

Pada tanggal 11 April 2001 dunia sepak bola dikejutkan dengan kabar duka dari negara asal Nelson Mandela, Afrika Selatan. Stadion Ellis Park yang berada di kota Johannesburg. Di hari itu dilangsungkan laga derby Soweto yang juga derby terbesar di Afrika Selatan yaitu, Kaizer Chiefs menjamu Orlando Pirates yang menelan sebanyak 43 orang meninggal dunia, 158 orang luka-luka.

Bencana terjadi ketika wasit menganggap sah gol yang dilakukan oleh tim Chiefs. Tak terima dengan keputusan tersebut, suporter Pirates mulai melakukan pelemparan kaleng minuman dan buah-buahan ke arah suporter Chiefs. Para suporter Chiefs berusaha menghindar dan mencoba menerobos barisan polisi yang menjaga anatara tribun penonton dan lapangan. Hasilnya banyak suporter Chiefs yang terinjak-injak dan tergeletak.

3. Tragedi Suporter Sepakbola Kayseri Ataturk

Pertandingan antara Pertandingan antara Kayserispor Erciyesspor melawan Sivasspor dalam lanjutan liga utama Turki yang disaksikan oleh 12.000 suporter dari kedua belah pihak berlangsung sangat keras. Hingga akhirnya terjadi keributan antar sesama pemain. Wasit mengganjar salah satu pemain Kayserispor dengan kartu merah setelah berdiskusi dengan official pertandingan. Akibatnya adu mulut hingga pelemparan batu antar suporter pun tak terelakan. Saat itu, suporter tim Sivas terdesak dan mencoba melarikan diri lewat lapangan.

Namun usahanya dihadang oleh petugas kepolisian. Suporter Sivasspor yang terdesak di pintu keluar panik tak terkontrol dan menabrak sesama suporter Sivasspor yang berada di luar pintu. Akibatnya banyak suporter Sivasspor yang terinjak-injak dan diperkirakan 44 nyawa melayang. Suporter Sivasspor yang berhasil keluar membalas dendam dengan membuat kerusuhan di sepanjang jalan kota Kayseri dan membakar mobil dengan plat nomor kota Kayseri di jalan tol yang menghubungkan kota Kayseri dan Sivas.

4. Tragedi Suporter Sepakbola Hillsborough

Tragedi yang terjadi pada 15 April 1989 ini tercatat sebagai tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris. Tragedi ini terjadi ketika semifinal FA Cup yang mempertemukan antara Nottingham Forest melawan Liverpool di stadion Hillsborough. Membludaknya suporter Liverpool saat itu membuat stadion Hillsborough tak mampu menampung dan suporter pun saling berdesakan di dalam. Banyak yang berusaha keluar namun terhimpit oleh suporter yang berusaha masuk hingga banyak suporter yang meninggal akibat sesak napas dan terinjak-injak. Total tercatat 96 orang tewas dan 766 lainnya luka-luka. Hingga saat ini, tiap tanggal 15 April selalu diperingati sebagai hari kelam dalam sejarah sepak bola inggris. (Sumber : Kaskus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *