Sinopsis dan Link Streaming Film The Equalizer 2

The Equalizer 2

The Equalizer 2

statusterkini – Buat kamu yang belum nonton The Equalizer, pembuka The Equalizer 2 ini udah oke banget. Kamu semacam diajak buat menghadapi dunia barunya Washington tanpa perlu dipusingin sama apa yang terjadi di film sebelumnya. Namun, sedikit demi sedikit kamu juga dikasih petunjuk soal apa yang terjadi sama Robert McCall (Denzel Washington) di film sebelumnya. Lalu, dari pembukanya aja, kamu langsung disuguhi sama aksi McCall yang bikin takjub.

The Equalizer 2

McCall memang orang perfeksionis yang enggak pernah lupa waktu. Di sekuel ini, bahkan kesan itu makin kuat dan terasa. Ya, maklum, sih, Washington emang dikenal sebagai aktor yang jago meranin watak. Karakter McCall pun kembali hidup di film ini. Bisa dibilang, bahkan kayaknya Washington udah jadi McCall itu sendiri, mantan anggota militer dan agen DIA yang hidup untuk membantu orang-orang yang dizalimi. Dan, seperti biasa, dia selalu tanpa ampun. Yap, emang enggak ada masalah sama Washington di film ini. Justru, saking hidupnya karakter McCall, hal itu bikin cerita dalam film ini melambat di pertengahan. McCall terlalu banyak dialihkan perhatiannya saat seharusnya dia fokus mencari pembunuh temannya.

The Equalizer 2

Kalau kamu sempat nonton film sebelumnya, kamu tentu tahu bahwa film sebelumnya adalah tentang McCall yang mencoba menemukan tujuan hidupnya yang baru. Nah, di film kedua ini, McCall mulai menemukan jalan hidupnya sebagai The Equalizer, penegak keadilan yang bertindak dengan caranya sendiri untuk menokamung orang asing. Namun, di sekuel ini, McCall juga punya keinginan balas dendam setelah kematian Susan Plummer. Ya, konflik dalam sekuel ini memang McCall yang geram karena temannya, Susan Plummer (Melissa Leo), dibunuh secara misterius. Untuk menemukan pelakunya, McCall harus berurusan kembali sama dunia yang udah lama dia tinggalkan setelah kepergian mendiang istrinya.

The Equalizer 2

Memang, sih, film ini kelihatan banget pengen ngangkat McCall jadi karakter yang ikonis dan berhasil. Semacam The Transporter (2002) dengan Jason Statham sebagai Frank Martin, nah The Equalizer ini punya Washington sebagai McCall. Bukan superhero, melainkan orang dengan masa lalu yang kelam dan berpengalaman di dunia “gelap” yang sekarang mencari jalan hidup yang baru demi move on. Sinematografinya pun bahkan McCall-sentris banget. kamu diajak ngelihat semuanya dari sudut pandang McCall. Saat berurusan sama orang yang harus “dihukum” sama dia, kamu bisa lihat waktu melambat, sebagaimana yang dilihat McCall. Kecepatannya dalam bertarung bikin ketegangan aksi di film ini sukses tersampaikan.

The Equalizer 2

Ini jadi film yang oke sampai McCall mulai mencari dalang di balik pembunuhan Plummer. Semuanya jadi bergerak lambat banget dan misteri yang harus dipecahkan sama McCall jadi terkesan kacangan. Puncaknya, pertarungan di tengah badai yang seharusnya menjadi klimaks malah terasa seperti leraian yang dipanjang-panjangkan. Ibaratnya, kamu main game dan udah ada di level akhir buat ketemu final boss, eh, ternyata final boss-nya cupu. Soalnya, McCall ini bisa dibilang luar biasa banget sebagai human being. Jadinya, ya, akhirnya malah antiklimaks banget. Enggak menegangkan karena kamu pasti udah bisa nebak gimana McCall menyelesaikan masalahnya itu.

The Equalizer 2

Salah satu yang bikin karakter McCall menarik adalah dia selalu menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Mengingat latar waktunya adalah masa kini, saat banyak orang lebih suka menghabiskan waktunya di depan layar, McCall baca buku! Dan, memang McCall juga semacam dark angel yang ngebunuh orang tapi juga nokamung orang pada saat yang bersamaan. Menarik! Ini adalah keempat kalinya Washington main di filmnya Fuqua dan sebetulnya bisa dibilang kerja sama mereka selalu bagus. Di film ini pun, kerja sama mereka enggak buruk. Fuqua semacam tahu bagaimana mengekspkamurasi sudut pandang karakter McCall dengan memanfaatkan kelebihan Washington mainin watak.

The Equalizer 2

Sayangnya, sekali lagi, justru di saat terakhir ekspkamurasi ini malah jadi berlebihan. Yap, pertarungan di tengah badai itu bisa dibilang sia-sia karena enggak membuktikan apa pun. Sia-sia juga para kru niat bikin angin topan buatan dengan berbagai perlengkapannya (yap, mereka enggak pakai efek CG untuk ciptain badai) demi menghadirkan ketegangan pertarungan di tengah badai. Yang jelas, bahkan kalau kamu enggak suka film aksi, film ini tetap bisa kamu nikmatin. kamu bakal belajar banyak banget hal dari McCall, khususnya soal keberagaman. Sebagai sopir Lyft, dia juga enggak segan-segan nokamungin penumpangnya, bahkan sampai terlibat jauh buat nokamungin penumpangnya itu.

Tonton Filmnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *