Mengapa Dilarang Pacaran?

Mengapa Dilarang Pacaran?

statusterkini.com – Dilarang Pacaran – Pengertian pacaran itu masih abu-abu. Banyak pendapat tentang apa itu pacaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran itu bercintaan; berkasih-kasihan, tentu saja melibatkan individu yang berlainan jenis. Kata berkasih-kasihan terdengar mengerikan untuk orang-orang yang menjunjung nilai agama. Karena mempunyai potensi dan sangat berdekatan dengan dosa besar, zina. Tapi yang tidak pacaran pun mempunyai potensi yang sama besar untuk melakukan zina, sudah banyak kok contohnya. Jadi pacaran atau tidak sama saja, kalau memang niatnya mau zina, ya akan terjadi juga.

Lalu mengapa “Dilarang Pacaran”?

Tidak ada dasar hukum

Secara yuridis, pacaran itu tidak ada dasar hukumnya. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 itu mengatur tentang perkawinan. Di sana, syarat, ketentuan dan segala hal tentang perkawinan diatur dengan jelas. Lalu UU nomor berapa yang mengatur soal pacaran? Tidak ada kan? Ini hanya kesepakatan antara dua individu. Kesepakatan itu bahkan tidak dicatatkan dengan benar. Hanya lisan saja.
Tentu ini sangat bebahaya apabila terjadi sengketa dalam pacaran. Layaknya sebuah perikatan, seharusnya mencantumkan dengan jelas, hak dan kewajiban masing-masing pihak. Jika itu tidak tercantum, bagaimana jika ada salah satu pihak yang merasa dirugikan? Nah, dari sisi perlindungan kepada masing-masing pihak saja lemah, potensi merugikan sangat besar. Siapa orang bodoh yang mau melakukan sesuatu untuk merugi?

Baca Juga : https://statusterkini.com/sex-dapat-membuat-wanita-jatuh-cinta-tapi-hanya-membuat-pria-ketagihan/

Tidak bertujuan

Tujuan dari pacaran itu tidak jelas. Hampir 99% orang pacaran itu mengatakan bahwa tujuan dia pacaran adalah mengenal calon pendamping hidupnya kelak. Logiskah? Kalau orientasinya adalah mengenal orang untuk calon suami/istri di masa depan, maka pacarnya harus banyak. Memilih kok satu pilihan, setelah itu lepas, milih lagi. Kenapa tidak dihapuskan saja pacaran itu. Bergaul saja dengan semuanya.
Lebih keren lagi jika hubungan pacaran diganti dengan hubungan usaha bersama. Jadi, cowo dan cewe membangun usaha bareng. Misalnya dagang cilok. Si cewe yang memasak, si cowo yang memasarkan alias berdagang. Percayalah orang akan terlihat karakter aslinya saat jadi pengusaha. Mana pengeluh, mana pekerja keras akan muncul. Mana boros, mana hemat, mana peduli masa depan, mana tipe untuk hari ini. Wah pokoknya semua akan terbuka. Sukses atau gagal, sebuah usaha akan membuka siapa dirimu.
Masuk akal kan? Dari pada pacaran yang cuma memboroskan uang, kenapa ga nyetak uang? Kalaupun gagal kalian akan dapat hikmah. Hikmah pertama, pengalaman gagal. Sehingga kalian tahu nikmatnya gagal dan bisa ambil pelajaran dari sana. Hikmah kedua, kalian akan tahu siapa orang yang kalian ajak bersama selamanya kelak. Si pekerja keras dan cerdas, atau si pemalas.

Tidak dipungkiri bahwa remaja pada usia-usia emas tentu ledakan dari dalam dirinya akan sangat kuat. Keinginan untuk berinteraksi lebih dengan lawan jenis tentu juga kuat. Di sinilah diperlukan kecerdasan emosi, akal dan dikombinasikan dengan ilmu pengetahuan untuk mengelolanya. Pacaran itu seperti kita memfokuskan ledakan itu pada satu titik, potensi terjadinya ledakan akan semakin besar.

Baca Juga : https://statusterkini.com/cara-membuat-wanita-jatuh-cinta-melalui-chating/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *