Kabel Converter HDMI to VGA Ada Dua Jenis, Waspada Saat Membeli!

statusterkini.com – Sebelum membeli kabel converter HDMI to VGA, sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu ke penjualnya apakah kabel converter tersebut kabel converter PASIF atau AKTIF. Perkiraan kita semua kabel converter itu sama saja. Ternyata setelah membeli yg murah pada saat dicoba untuk menghubungkan antara laptop dan proyektor hasilnya nihil (tak ada output apa2).

Jenis Kabel Converter HDMI to VGA

  • Kabel Converter Pasif

Converter pasif tidak mempunyai sirkuit elektronik di dalam kabel. Sirkuit elektronik di dalam kabel berfungsi untuk mengolah sinyal atau mengkonversi sinyal digital HDMI menjadi sinyal analog VGA atau sebaliknya. Disebut kabel converter pasif itu karena belum bisa untuk mengkonversi sinyal HDMI to VGA atau VGA to HDMI.

  •  Kabel Converter Aktif

Converter aktif adalah kebalikan dari pasif

Harga Kabel Converter

  • Kabel converter pasif berkisar antara Rp.70.000 – Rp.100.000 (tergantung panjang kabelnya)
  • Kabel converter aktif di kisaran hrg > Rp.300.000

Dari segi harga saja kita sudah bisa membedakan antara pasif dan aktif, karena yang aktif pasti lebih mahal daripada pasif. Berikut ini perbedaan bentuk dalam gambar :

Gambar Kabel Converter Pasif

Pada kabel converter pasif tidak ada sirkuit elektronik di dalam kabel untuk mengolah dan bekerja mengkonversi sinyal.

 

Gambar Kabel Converter Aktif

Pada kabel converter aktif ada sirkuit elektronik di dalam kabel untuk mengolah dan bekerja mengkonversi sinyal.

kabel-hdmi-to-vga-aktif

Dengan membaca tulisan diatas semoga saja tidak ada lagi yang salah membeli. Kesalahan dalam membeli karena kurangnya pemahaman kita terhadap produk tersebut, bukan karena penjualnya yang menipu. Penjual hanya menawarkan produk yang disediakan oleh pabrikan. Terkadang mereka juga tidak memahami produknya. Karena prioritas mereka adalah omset. Sudah seharusnya kita sebagai pembeli harus lebih cerdas dari penjual. Agar tidak ada kesalahpahaman antara penjual dan pembeli. Apalagi kalau sampai saling tuduh anta penjual dan pembeli, padahal sumber kesalahannya adalah kurangnya pemahaman terhadap produk.

Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit pemahaman terhadap kabel converter HDMI, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. (Sumber : Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *