Jual Rumah Murah KPR di Bogor

statusterkini.com – JUAL RUMAH BOGOR – Sebelum membeli rumah di Bogor alangkah baiknya kita membaca beberapa tips yang dilansir dari laman Rumah.com, dijelaskan di bawah ini formula 4L yang bisa menjadi acuan Anda dalam memilih rumah idaman, antara lain legalitas, lokasi, lingkungan, dan logika

1. Legalitas

Umumnya, masyarakat kini mencari properti (khususnya rumah) yang sudah dengan status SHM (Sertifikat Hak Milik) dan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan).

Hal yang perlu diketahui oleh Anda adalah bahwa hak kepemilikan tanah yang bisa dibiayai dengan KPR hanya dua, yaitu hak milik (pembuktian SHM) dan Hak Guna Bangunan (SHGB).

Artinya, pastikan Anda membeli rumah dengan status Hak Milik dan HGB. Kedua status tersebutlah yang akan diterima oleh pihak bank.

Jika Anda membeli rumah dengan bentuk girik, mau tidak mau Anda harus daftarkan menjadi Hak Milik.

 

jual rumah bogor

*BOGOR GARDEN PARADISE*

Siap booking DP 5 Juta All In
Gratis biaya surat surat
Rumah Elite Harga Irit

Type 30/60
Cicilan 2 juta-an
Ada 209 unit 🏠Rumah 184 unit 🏪Ruko 25 unit
*Hard cash 250 Juta*

Spesifikasi Bangunan :
Batu kali
Beton bertulang
Bata hebel
Lantai granit 60×60
Atap Baja ringan
Genteng plat beton
Plafon 4 meter
Kusen aluminium
Pintu utama panel
Pintu kamar double multiplek
Kusen pintu KM PVC
Closed duduk, shower
Listrik 1300 Watt
Air Akuifer Artesis
Lebar muka 6 m x panjang 10 m
Tanpa pagar depan dan samping
Carport rabat beton
Kamar tidur 2
Kamar mandi 1

Lokasi STRATEGIS :
– 2 akses menuju kota Bogor (lewat ATS dan lewat Dramaga)
-1 menit ke Pasar Tradisional Ciampea
-10 menit ke kampus IPB
-15 menit ke RS. Medika Dramaga
-20 menit ke Giant Dramaga
-30 menit ke Transmart Yasmin
-35 menit ke Gerbang Tol Yasmin

Hub : WA 08986039034 / PH 089603713749 (panji)

2. Lokasi

Cara kedua adalah memilih lokasi. Dalam mempertimbangkan lokasi, Anda harus mempertimbangkan tiga hal untuk melihat lokasi yang strategis seperti cocok peruntukannya, akses mudah, dan prospektif.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa mencari rumah sama seperti mencari jodoh. Tidak hanya dilihat dari wujud fisik rumahnya saja tetapi juga mengikut sertakan insting atau menggunakan feeling.

Kemudian, jangan pernah ragu untuk mencari informasi dari orang sekitar.

3. Lingkungan

Jika lokasi bersifat umum, lingkungan lebih spesifik lagi. Sesuaikan lingkungan dengan kebutuhan Anda. Misalnya, jika Anda memiliki anak-anak usia kanak-kanak, usahakan tinggal di lingkungan dengan warga yang memiliki anak seumuran.

Hindari tinggal di lingkungan yang banyak dihuni pensiunan. Pasalnya, seorang anak butuh kawan sebaya yang bisa diajak bermain untuk proses tumbuh kembangnya.

Tak heran bila saat ini banyak keluarga yang mencari hunian di tengah kawasan yang aman dan tentunya memiliki area terbuka yang luas.

4. Logika

Terakhir adalah gunakan logika Anda dalam memilih ruamh yang akan dibeli. Biasanya pihak pengembang akan mengeluarkan jurus-jurus jitu untuk membangun kepercayaan konsumen untuk segera membeli dagangan rumah mereka.

Pengembang melakukan marketing yang boombastis itu sah-sah saja. Sekarang, tinggal keputusan Anda. Jadilah calon pembeli yang tidak langsung percaya dengan iming-iming pengembang.

Misalnya, harga sebuah rumah dipatok seharga Rp500 juta. Kemudian, pihak pengembang mengutarakan akan ada kenaikan harga sebesar 20%. Tugas Anda, cari tahu apakah benar perumahan itu akan mengalami kenaikan harga sebesar 20%?

Caranya, Anda bisa menanyakan kepada masyarakat sekitar atau melihat harga NJOP. Atau bisa juga dengan mengumpulkan beberapa daftar perumahan sekitar yang sudah dibangun lebih dulu.

Kemudian, hitung kisaran kenaikan dan selisihnya. Kalau perlu Anda tanyakan kepada penghuni rumah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *