Kenapa Orang Doyan Selfie & Publish on Sosmed (Selfie Addiction) ?

Selfie Addiction

statusterkini.com – Tradisi selfie on publish sosmed yang dikarenakan jiwanya sedikit terganggu,  sadar atau tidak tersadari hal ini adalah sebab seseorang doyan selfie dan publish di sosial media. Barangkali seseorang yang depresi akibat baru putus cinta, dia akan gemar untuk masalah selfie dengan maksud ingin mengalihkan kesedihannya di sosial media sambil berharap ada seseorang yang mau memperhatikannya dan terlebih lagi kalo ada yang bersedia untuk mengisi hatinya pada moment tertentu, ini nih yang paling menjijikan dalam kasus broken heart.

Kemudian, bisa juga orang yang doyan selfie dan publish sosmed tak memiliki rasa percaya diri di “real life”, karena dia sadar kecakepannya terlalu dipaksakan, sehingga dunia maya yang penuh tipu daya bisa dia jadikan sebagai jalur untuk memupuk rasa percaya dirinya supaya terkesan cakep dengan pose yang sedemikiam aduhai. Agar bisa merasa sederajat dengan orang lain dan sebagai cara dan jalan untuk meminta pengakuan publik terhadap kecantikan atau kegantengannya. Coba perhatikan berapa persen orang jelek yang selfie dan mempublish kejelekannya di sosial media, sudah pasti cukup jauh perbandingannya karena siapa orang yang mau memamerkan kejelekannya di sosial media. (Makanya terkadang ane salut juga kalau ada orang-orang yang jelek tapi doyan selfie on publish sosmed).

Kenapa Orang Doyan Selfie & Publish on Sosmed

Namun buat individu yang memiliki wajah cakep dan doyan selfie plus doyan publish di sosial media ini juga sebenarnya ada sesuatu yang patut kita curigai dari kebiasaannya tersebut. Hal ini menunjukan bahwa mereka adalah orang-orang yang masih belum mendapatkan pengakuan akan ke’cakepannya itu tadi. Makanya dia memutuskan untuk pakai metode selfie dan publish sosmed untuk meyakinkan bahwa dirinya cakep atau tidak, rumus yang mereka pakai biasanya apabila memperoleh “like” yang banyak apalagi “coment yang secara vulgar isinya memuji ke elokannya”, maka itu adalah hasil yang di tunggu-tunggunya dan akibat respon publik yang seperti itu tadilah yang makin membuat orang semakin gemar dengan selfie dan publishnya. Jadi poin terbesarnya adalah Selfie sebagai pendekatan untuk meminta dan memperoleh pengakuan.

Nah dengan meraja lelanya tradisi Selfie on Publish Sosmed ini, makanya tak heran akhirnya banyak di manfaatkan oleh beberapa brand smartphone yang totalitas dalam produknya untuk mengutamakan kualitas kamera selfienya. Bahkan ada salah satu brand smartphone yang mengaku-ngaku bahwa brandnya lah si raja Selfie. Maka tidak menutup kemungkinan jika brand tersebut juga mengalami masalah kejiwaan ‘barangkali’, just kidd bradar. (Sumber : Kaskus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *