Kerugian Mencampur BBM dengan Aditif

Indikasi Kandungan Aditif yang Bikin Bahaya

statusterkini.com – Harga Pertamax naik jadi Rp 10.400 emang bikin kocek makin boncos. Klo naik motor sih gak begitu berasa, nah buat yang naik mobil pribadi pasti ngitung-ngitung lagi nih. Sebagian masyarakat memang langsung nurunin spek bensin yang dipake jadi Pertalite. Pastinya banyak yang berubah terutama performa, karena oktannya lebih rendah (Pertamax 92, Pertalite 90). Ada juga yang gak keilangan akal dengan mengonsumsi aditif biar oktannya tetep sama dengan Pertamax. Emang sih aditif punya fungsi untuk meningkatkan kadar oktan di bahan bakar, baik yang model cairan ataupun logam.

"<yoastmark

Aditiv Cairan

Terus terang masalah ini juga bikin kita penasaran, kenapa gak boleh ya? Aditiv cair emang paling kecil efeknya buat mesin, tapi efeknya akan terasa dalam jangka waktu yang lama. Timbal yang ada di senyawa itu akan mengendap di beberapa saluran bahan bakar. Paling ribet kalo hal itu terjadi di injector rail atau di nozzle injektor-nya. Apalagi jenis senyawa aditiv yang dipakai gak sesuai sama aditiv bensin yang digunakan.

Aditiv Logam

Kalo jenis yang satu ini malah lebih menyeramkan efeknya. Penggunaan aditiv jenis Metilsoklopendtadienil Manganese Tricarboni (MMT) dalam waktu lama dengan komposisi yang tidak tepat bisa mengganggu sistem pengapian, juga mengganggu sensor udara dan konverter. Parahnya lagi bisa menimbulkan timbunan di dinding silinder dan mengikis ring piston. Alhasil baik ruang bakar maupun silinder mesin bisa tergores dan terjadi kebocoran kompresi. (Sumber : Kaskus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *